Apa Kesalahan Saat Berkendara di Jalan Rusak yang Sering Tidak Disadari?
Kondisi jalan di Indonesia sangat beragam. Ada yang mulus dan tidak sedikit juga mengalami kerusakan. Misalnya jalan tidak rata atau berlubang.
Sebagai pengemudi mobil di Indonesia, Anda harus mempertimbangkan gaya berkendara yang bijak agar mobil Anda tetap aman walau harus berkendara di jalan rusak.
Namun masih ada pengendara yang melakukan kesalahan dalam berkendara di jalan rusak. Apa saja kesalahan tersebut? Berikut informasinya untuk Anda.
Kesalahan Berkendara di Jalan Rusak
Gaya berkendara yang salah bisa menyebabkan kerusakan pada mobil Anda. Untuk itu pastikan Anda memahami lebih dalam mengenai kesalahan dalam berkendara berikut:
-
Berkendara dengan Kecepatan Tinggi
Kesalahan ini yang paling umum terjadi. Berkendara di jalan rusak dengan kecepatan tinggi bisa menyebabkan shockbreaker menerima hentakan keras secara berulang.
Kemudian risiko velg penyok, ban benjol, kaki-kaki mobil cepat mengalami keausan. Semakin cepat Anda melaju, maka semakin besar pula gaya benturannya.
Maka dari itu pastikan Anda berkendara secara perlahan. Ini akan membantu mengurangi risiko velg dan ban berbenturan secara kuat pada pinggir lubang. Selain itu, kecepatan pelan juga mengurangi terjadinya guncangan secara berlebihan.
-
Mengerem Secara Mendadak Tepat di Atas Lubang
Banyak pengemudi yang refleks melakukan pengereman keras saat melihat lubang. Padahal cara tersebut bisa menyebabkan bobot mobil pindah ke area depan.
Kemudian suspensi depan menjadi tertekan secara maksimal ketika menghantam lubang. Risiko kerusakan pada shockbreaker, per, dan lengan suspensi akan meningkat.
Maka dari itu sebaiknya Anda mengurangi kecepatan sebelum melewati jalanan berlubang, kemudian lepas rem ketika melewatinya.
-
Tidak Menjaga Jarak dengan Kendaraan Lain
Kesalahan berkendara pada jalan rusak lainnya adalah tidak jaga jarak dengan kendaraan di depan Anda.
Apabila jaraknya terlalu dekat, maka bisa saja terjadi benturan antar mobil karena adanya pengereman secara mendadak dari kendaraan depan.
Sementara itu Anda tidak bisa merespons secara sigap. Untuk itu pastikan Anda jaga jarak agar lebih aman dan Anda juga menjadi lebih mudah untuk melihat kondisi jalanan yang Anda lewati.
-
Membawa Beban Berlebihan di Jalan Rusak
Kondisi ini sangatlah tidak ideal. Suspensi yang sudah terbebani dengan muatan yang berlebihan kemudian harus melewati jalan rusak.
Akibatnya, risiko shockbreaker mengalami kebocoran, sasis tertekan, dan per menjadi lemah.
-
Sering Membelokkan Setir Secara Mendadak
Kesalahan ini biasanya untuk menghindari lubang. Namun manuver secara zig-zag dan mendadak ini tidak disarankan.
Karena bisa membebani rack steer dan tie rod. Setir mobil Anda juga berisiko tidak presisi dan adanya risiko kehilangan kontrol jika permukaan jalan licin.
Tips Berkendara di Jalan Rusak
Saat Anda harus berkendara di jalanan yang rusak, maka Anda bisa menerapkan beberapa tips berikut:
-
Mengurangi kecepatan
-
Menjaga jarak dengan kendaraan lainnya
-
Menghindari manuver secara mendadak
-
Tetap fokus dan jangan panik
-
Menghindari genangan sebisa mungkin
-
Lihat pengendara di depan Anda untuk mengetahui seberapa dalam lubang di jalanan tersebut
-
Menggunakan sabuk pengaman
-
Pegang kemudi mobil Anda dengan tepat
Berkendara di jalan rusak tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Perlu tips khusus agar tidak memengaruhi mobil Anda. Hindari melakukan kesalahan-kesalahan berkendara di jalan rusak yang dapat merugikan mobil Anda.
Selain biaya perbaikan, keselamatan dan kenyamanan Anda juga bisa terpengaruh. Anda bisa menerapkan beberapa tips yang sudah dijelaskan dalam artikel. Semoga bisa membantu. Dapatkan berbagai tips berkendara lainnya hanya di http://suzukijambi.co.id.